Ketakutan terbesar bagi banyak orang, terutama ibu rumah tangga, saat ingin memulai bisnis
kuliner adalah: “Apakah saya masih punya waktu untuk mengurus rumah dan keluarga?”
Membangun usaha mikro yang bertujuan menyelamatkan ekonomi keluarga justru akan
menjadi bumerang jika pada akhirnya rumah menjadi berantakan dan anak-anak tidak terurus
karena orang tua terlalu kelelahan di dapur.
Kenyataannya, Anda sangat bisa menjalankan peran ganda sebagai pebisnis tangguh
sekaligus pilar keluarga yang utuh. Rahasianya tidak terletak pada seberapa keras Anda
bekerja, melainkan seberapa cerdas Anda mengatur ritme operasional dapur.
Tantangan Terbesar: Urus Rumah vs Urus Pesanan
Dalam bisnis makanan yang berjalan dinamis, waktu adalah aset yang paling berharga.
Berbeda dengan pekerja kantoran yang memiliki jam kerja tetap, pengusaha kuliner rumahan
seringkali terjebak mencampuradukkan jam memasak pesanan dengan jam mencuci baju atau
menemani anak belajar. Akibatnya, pikiran menjadi stres (burnout) dan kualitas makanan yang
dijual pun menurun.
Untuk mencegah hal tersebut, berikut adalah strategi membagi waktu yang efektif agar bisnis
skala kecil Anda tetap menghasilkan cuan tanpa mengorbankan keharmonisan rumah:
4 Tips Jitu Mengatur Waktu Bisnis Dapur Rumahan
- Terapkan Sistem Pre-Order (PO) Terjadwal
Jangan langsung membuka layanan ready stock setiap hari jika Anda belum terbiasa. Mulailah
dengan sistem PO, misalnya jualan khusus hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sistem ini
memungkinkan Anda mengetahui jumlah pasti pesanan yang masuk sehingga Anda bisa
mengatur jadwal belanja dan jadwal memasak dengan presisi. Di hari tanpa jadwal PO, Anda
bisa fokus penuh pada urusan keluarga dan membersihkan rumah. - Disiplin Lakukan Food Preparation (Food Prep)
Food prep adalah kunci utama efisiensi dapur restoran yang bisa Anda adaptasi di rumah.
Setelah berbelanja, jangan biarkan bahan makanan menumpuk di kulkas begitu saja. Luangkan
waktu 1-2 jam di malam hari saat anak sudah tidur untuk memotong sayuran, membumbui
ayam/daging, dan menyiapkan wadah-wadah kemasan. Esok paginya, Anda tinggal melakukan
proses eksekusi (menggoreng, membakar, atau meracik) dalam waktu singkat. - Batasi Menu, Fokus pada yang Paling Laris
Kesalahan pemula adalah menawarkan terlalu banyak pilihan menu agar terlihat seperti
restoran besar. Hal ini hanya akan membuat Anda kelelahan menyiapkan bahan baku yang
berbeda-beda. Fokuslah pada 2-3 menu jagoan saja yang proses pembuatannya searah.
Misalnya: Risoles Mayo, Sosis Bakar, dan Burger Mini. Ketiganya praktis dibuat dan memiliki
umur simpan bahan baku yang relatif awet. - Beralih ke Bahan Baku Praktis dan Skala Besar (Bulk)
Membeli bahan pelengkap secara eceran tidak hanya memboroskan HPP (Harga Pokok
Penjualan), tetapi juga membuang banyak waktu Anda hanya untuk mengurus tumpukan
sampah kemasan kecil saat pesanan membeludak. Menggunakan saus dan mayones dalam
kemasan besar (bulk) adalah langkah cerdas menghemat waktu operasional.
Efisiensi Maksimal dengan Kemasan 1 Kg Mc Lewis
Bagi pengusaha kuliner skala mikro, efisiensi waktu berbanding lurus dengan peningkatan laba.
Mc Lewis Indonesia memahami padatnya rutinitas harian keluarga yang juga merintis usaha.
Dengan mengganti stok saus dan mayones harian Anda ke Mc Lewis kemasan 1 Kg, Anda
secara otomatis memangkas waktu persiapan di dapur. Tidak perlu lagi memeras sisa-sisa saus
dari botol kecil. Anda cukup memindahkan varian favorit seperti Mc Lewis Mayo Original 1Kg
atau Sambal Mc Lewis 1Kg ke dalam botol squeeze besar, dan proses meracik ratusan porsi
pesanan pun bisa diselesaikan dengan cepat.
Waktu ekstra yang berhasil Anda hemat di dapur bisa dialihkan untuk hal yang jauh lebih
penting: menemani anak mengerjakan PR, beristirahat sejenak, atau merencanakan strategi
promosi selanjutnya.
Jalankan bisnis dari rumah dengan cerdas, hemat waktu, dan pastikan kualitas rasanya selalu
premium dengan produk ekonomis bersertifikat internasional dari Mc Lewis!